DOA NURBUWAT

“Bismillaahir rohmaanir
rohiim. Allahumma
dhisshulthanil adziim.
Wa dzil mannil qadim
wa dzil wajhil kariim wa
waliyyil kalimaatit
tammaati wad da’awaati
mustajaabati ‘aaqilil
hasani wal husaini min
anfusil haqqi ‘ainil
qudrati wannaazhirinna
wa ‘ainil insi wal jinni
wa in yakadul ladzinna
kafaruu la yuzliquunaka
bi-abshaarihim lamma
sami’udz dzikra wa
yaquuluuna innahu
lamajnuun wa maa
huwa illa dzikrul lil
‘aalamiin wa
mustajaabu luqmanil
hakiimi wa waritsa
sulaimaanu daawuda
‘alaihis salaamu al
waduudu dzul ‘arsyil
majiid thawwil ‘umrii wa
shahhih ajsadii waqdli
haajatii waktsir
amwaalii wa aulaadii wa
habbib linnaasi ajma’in.
Watabaa ‘adil ‘adaa
wata kullahaa min banii
aadama ‘alaihis salaamu
man kaana hayya wa
yahiqqal baathilu innal
baathila kaana
zahuuqaa. Wa nunazzilu
minal qur’aani maa
huwa syifaa-uw wa
rahmatul lil mu’miniina.
Subhaana rabbika rabbil
‘izzati ‘ammmaa
yashifuuna wa salaamun
‘alal murshaliina wal
hamdu lillahi rabbil
‘aalamiin.”
*********
(“Ya Allah robb yang
memiliki kekuatan yang
agung, yang memiliki
kemauan yang abadi
dan yang memiliki
wajah yang mulia dan
sebagai pelindung
kalimat-kalimat-nya
serta pengabul do ’a-
do’a, kecerdasan hasan
dan husein dari jiwa
yang benar, pelindung
indra mereka yang
melihat serta indra jin
dan manusia. Dan ketika
orang-orang kafir akan
menggelincirkan kamu
dengan penglihatan
sihir mereka tatkala
mereka mendengar
peringatan lalu mereka
berkata-kata,
sesungguhnya ia adalah
gila. Tiadalah itu semua
melainkan sebagai
peringatan bagi seluruh
alam. Allah yang
mengabulkan do’a
luqmanul hakim dan
mewariskan sulaiman
bin daud a.s. Ya allah
robb yang maha penuh
kasih, ya allah, ya allah,
ya allah robb yang
memiliki singgasana
yang agung, yang dapat
berbuat apa yang
diinginkan, maka
panjangkanlah umurku
dan sehatkanlah
tubuhku,
perkenankanlah
hajatku, limpahkanlah
hartaku dan anak-
anakku, dan berikanlah
rasa cinta semua
manusia kepadaku,
jauhkanlah permusuhan
dan pertentangan dari
diriku dari semua anak
cucu adam a.s. Allah
yang hidup dan
perkataan itu benar
atas orang-orang kafir.
Dan katakanlah telah
datang yang haq dan
telah sirnalah yang
bathil karena
sesungguhnya yang
bathil itu pasti akan
sirna. Dan kami telah
menurunkan al-qur’an
itu sebagai penyembuh
dan rahmat untuk
orang-orang yang
beriman. Dan orang-
orang yang dhalim itu
tidaklah mendapat
sesuatu di dunia ini
melainkan kerugian.”)

DOA PUJI HARI

Doa puji hari kalau kita
lakukan selama 3 tahun
berturut-turut tanpa
tertinggal,apa yang kita
hajatkan atau apa yang
kita maukan akan
terlaksana.
Berikut doanya:
Hari senin
yakhayu yakhayumu
500x lakune tidak boleh
nyirih sehari semalam

Hari selasa
yarokhman yarokhim
400x lakune tidak boleh
makan ikan sehari
semalam

Hari rabu
yakhabiru yamuntoha
700x lakune tidak boleh
makan garam sehari
semalam

Hari kamis
yangalimu yangakimu
800x lakune tidak boleh
minum sehari semalam

Hari jumat
yakapi yamuhni 600x
lakune tidak boleh makan
nasi sehari semalam

Hari sabtu
yarapu yapatangu 900x
lakune tidak boleh tidur
sehari semalam

SUSUK ISLAMI

Susuk ini bukan seperti
susuk yang anda kenali
dengan memasukkan
benda seperti emas,
berlian, intan atau
selainnya.
Hanya menggunakan
medium air dan susuk
ini boleh di uji cuba
dengan foto aura
selepas
mengamalkannya.
Caranya :
1. Sediakan air putih
secukupnya untuk buat
basuh muka.
2. Bacakan :
Bismillahirrohmanirrohim
313x
Ya Qowwiyu Ya Mattin
313x
Ya Rohman Ya Rohiim
313x
Astaghfirullohal Adzim
99x
Allohumma sholli ala
muhammad wa alaa ali
muhammad 33x
3. Sesudah selesai
berdoalah dengan hajat
anda seperti mau
dipandang cantik oleh
orang… dan sebagainya.
4. Kemudian tiup ke air 1
kali.
5. Minum air tersebut
dan sapu pada muka
sampai habis air.

HIKMAT, RAHSIA DAN KHASIAT SURAH DAN AYAT AL’QURAN AL’KARIM

BISMILLAH (Dengan
nama Allah)
Barangsiapa membaca
sebanyak 21 kali ketika
hendak tidur, nescaya
terpelihara dari godaan
dan gangguan syaitan,
dari bencana manusia
dan jin, daripada
kecurian dan kebakaran,
dan daripada kematian
terkejut. Dan
barangsiapa membaca
sebanyak 50 kali
diahadapan orang yang
zalim, hinalah dan
masuk ketakutan
dalam hati si zalim
serta naiklah keberanian
dan kehebatan kepada
pembaca.
SURAH AL-FATIHAH
(Pembukaan)
Barangsiapa
membacanya sebanyak
41 kali diantara
sembahyang sunatnya,
nescaya permintaannya
di perkenankan, jika
sakit lekas sembuh dan
nescaya dikasihi oleh
makhluk dan ditakuti
oleh musuh.
Barangsiapa membaca
20 kali sesudah tiap-tiap
sembahyang fardhu,
nescaya rezkinya
dilapangkan oleh Tuhan
dan bertambah baik
keadaannya, serta
bercahaya rohaninya.
AYAT AL-KURSI
(Kekuasaan Allah)
Barangsiapa
membacanya sekali
selepas setiap
sembahyang fardhu,
nescaya terpelihara dari
tipudaya dan ganguan
syaitan. Dengan
membacanya, seorang
yang miskin akan
menjadi kaya, dan jika
dibaca ketika hendak
tidur nescaya akan
terselamat dari
kecurian, kebakaran dan
kekaraman. Barangsiapa
sentiasa membaca ayat
Al-Kursi, nescaya Allah
akan kurniakan kepada
ahli rumahnya
kebaikkan yang tidak
terhitung banyaknya.
Barangsiapa berwudhuk
lalu membaca sekali,
nescaya Allah ! Akan
meninggikan darjatnya
setinggi 40 darjat dan
Allah akan
mendatangkan para
malaikat menurut
bilangan hurufnya, raya
berdoa untuk
sipembaca sehinggalah
ke hari Qiamat. Dan
tersebut se dalam
hadith yang
lain:Barangsiapa
membacanya ketika
hendak tidur, nescaya
Allah akan membuka
pintu rahmat baginya
hingga kesubuh, dan
mengurniakan
kota nur menurut
bilangan rambut
dibadannya. Jika
sipembacanya
meninggal dunia pada
malam itu, ia dikira mati
syahid. Hadith yang lain
mengatakan:Barangsiapamembacanya
selepas setiap
sembahyang fardhu,
nescaya akan
terpelihara dari
kekerasan malakul-
maut, dan Allah sendiri
yang mencabut rohnya,
dan dia akan
dibangkitkan bersama
para Mujahid yang
berjihad beserta para
Anbiya hingga ia gugur
mati Syahid. Imam
Jaafar Shadiq r.a.
mengatakan:
Barangsiapa membaca
sekali, nescaya Allah
akan menghindar
darinya 1,000 kesukaran
duniawi, yang terkecil
sekali ialah kemiskinan
dan kepapaan, dan
1,000 kesukaran
ukhrawi, yang terkecil
sekali ialah azab neraka.
SURAH AL-BAQARAH
(Sapi Betina)
Barangsiapa membaca
dua ayat terakhir dari
surah ini
(Amanarrasulu)
sebelum tidur, ia akan
terselamat dari segala
bala bencana dan mara
bahaya.
SURAH ALI-IMRAN
(Keluarga Imran)
Barangsiapa membaca
tiga ayat yang pertama
dari surah ini, Nescaya ia
akan mencapai
kesihatan dari segala
penyakit dan
terselamat dari
gangguan jin.
SURAH AN-
NISSA’ (Perempuan)
Barangsiapa yang
membaca ayat yang ke
75 dari surah ini,
nescaya ia akan
terselamat dari
kejahatan para
penjahat.
SURAH AL-MAIDAH
(Hidangan)
Barang siapa membaca
ayat yang ke 7 dari
surah ini, sebanyak
yang mungkin selama 3
hari berturut -turut,
insya Allah akan
terselamat dari was-
was semasa wudhu
dan sembahyang.
Barang siapa membaca
ayat 89 hingga ayat 101
dari surah ini, keatas
air lalu diberi minum
kepada orang yang
bercakap dusta,
nescaya ia tidak akan
bercakap dusta lagi.
SURAH AL-AN’AM
(Binatang Ternak)
Barang siapa
membacanya sebanyak
7 kali, nescaya akan
terhindar dari segala
bala bencana. Jika ayat
63 dan 64 dari surah
ini,dibaca oleh
penumpang kapal, ia
akan terselamat dari
karam dan tenggelam.
SURAH AL-A’RAAF
(Benteng Tinggi)
Barang kali membaca
ayat 23 dari surah ini,
selepas tiap-tiap
sembahyang fardhu,
lalu beristighfar kepada
Allah, nescaya akan
terampun segala
dosanya. Barang siapa
membaca ayat 47 dari
surah ini, ia akan
terpelihara dari
kekacauan para
penzalim serta ia akan
mendapat rahmat Allah.
SURAH AL- ANFAL
(Rampasan)
Barang siapa membaca
ayat 62 dan 63 dari
surah ini, nescaya dia
akan di cintai dan
dihormati oleh sekalian
manusia.
SURAH AL-BARAAH
(AT-TAUBAH)
(Pemutus perhubungan)
Barangsiapa
membacanya, nescaya
akan terselamat dari
kemunafiqan dan akan
mencapai hakikat iman.
Barang siapa membaca
ayat 111 dari surah
ini,dikedai atau
ditempat-tempat
perniagaan, nescaya
akan maju
perniagaannya itu.
SURAH YUNUS (Yunus)
Barangsiapa membaca
ayat 31dari surah ini,
keatas Perempuan yang
hamil, nescaya ia
melahirkan anak dalam
kandungannya itu
dengan
selamat.Barangsiapa
membaca ayat 64 dari
surah ini, nescaya ia
akan terhindar dari
mimpi-mimpi yang
buruk dan mengigau.
SURAH AL-HUD (Hud)
Barang siapa membaca,
nescaya ia akan
mendapat kekuatan
dan Kehebatan serta
ketenangan dan
ketenteraman jiwa.
Barang siapa membaca
ayat 56 dari surah ini,
pada setiap masa,
nescaya ia akan
terselamat dari
gangguan manusia yang
jahat dan binatang yang
liar. Barang siapa
membaca ayat 112 dari
surah ini, sebanyak 11
Kali selepas tiap-tiap
sembahyang, nescaya
akan mencapai
ketetapan hati.
SURAH YUSUF (Yusuf)
Barang siapa
membacanya, akan di
murahkan rezekinya
dan diberikan kemuliaan
kepadanya. Barang
siapa membaca ayat 64
dari surah ini, ia akan
terhindar dari kepahitan
dan kesukaran
hidup.Barang siapa
membaca ayat 68 dari
surah ini, nescaya Allah
akan mengurniakan
kesalehan kepada anak-
anaknya.
SURAH AR-RA’D (Petir)
Barang siapa membaca
ayat 13 dari surah ini, ia
akan terselamat dari
petir. Dan barangsiapa
membaca ayat 28 dari
surah ini, nescaya
Penyakit jantungnya
akan sembuh.
SURAH IBRAHIM
(Ibrahim)
Barang siapa membaca
ayat-ayat 32 hingga 34
dari surah ini, nescaya
anak-anaknya akan
terhindar dari
perbuatan-perbuatan
syirik dan bida ’ah.
SURAH AL-IIIJ’R (Batu
Gunung)
Barang siapa membaca
3 ayat yang terakhir
dari surah ini, ke atas
perempuan yang selalu
anak kandungannya
gugur, nescaya anak
kandungannya itu akan
terselamat, dari
gugurnya.
SURAH BANI ISRAIL
(anak-anak Israil)
Barang siapa
membacanya ke atas
air, lalu diberi minum
kepada orang yang
bercakap gagap insya
Allah akan hilang
gagapnya itu. Barang
siapa membaca ayat 80
dari surah ini, ketika ia
pulang dari perjalanan,
nescaya dia akan
dimuliakan dan
dihormati oleh orang-
orang yang setempat
dengannya.
SURAH AL-KAHF (Gua)
Barang siapa
membacanya, akan
terhindar dari
kemiskinan dan
kepapaan. Barang siapa
membacanya pada
malam Jumaat, nescaya
dia akan mendapat
rezeki yang murah.
SURAH MARYAM
(Maryam)
Barang siapa
membacanya, nescaya
akan mendapat
kejayaan di dunia dan di
akhirat.
SURAH THAAHAA (Hai
Manusia)
Barang siapa
membacanya, nescaya
Allah akan
mengurniakan
kepadanya ilmu
pengetahuan dan akan
tercapai segala
maksudnya. Barang
siapa membaca ayat-
ayat 25 hingga 28
sebanyak 21 kali, tiap-
tiap hari selepas
sembahyang subuh
nescaya otaknya akan
cerdas dan akalnya
akan sempurna.
SURAH AL ANBIYA
(Nabi-Nabi)
Barang siapa membaca
ayat 83 dari surah ini,
nescaya dia akan
mendapat sebesar-
besar pangkat di sisi
Allah s.w.t .
SURAH AL-HAJ (Haji)
Barang siapa
membacanya, Allah
akan membinasakan
musuh-musuhnya.
SURAH AL-MU’MINUN
(Orang-orang Mukmin)
Barang siapa
membacanya ke atas
air, lalu diberi minum
kepada orang yang
selalu minum minuman
keras,nescaya dia tidak
akan meminumnya lagi.
Barang siapa membaca
ayat 28 dari surah ini,
nescaya perahunya
akan terselamat
daripada karam dan
rumahnya akan
terselamat dari kecurian
dan serangan musuh.
SURAH AN-NUUR
(Cahaya)
Barang siapa
membacanya, nescaya
ia akan terhindar dari
mimpi-mimpi yang
buruk. Barang siapa
membaca ayat 35 dari
surah ini,pada hari
Jumaat sebelum
sembahyang Asar,
nescaya dia akan
disegani oleh orang
ramai.
SURAH AL-FURQAN
(Pembaca)
Barang siapa
membacanya sebanyak
3 kali ke atas air yang
bersih, lalu air itu
dipercikkan di dalam
rumah, nescaya rumah
itu akan terselamat dari
gangguan binatang-
binatang yang liar dan
ular-ular yang bisa.
SURAH ASY-SYU A’RA
(Ahli-ahli Syair)
Barang siapa membaca
ayat 130 dari surah ini,
sebanyak 7 kali dengan
senafas ke atas orang-
orang yang digigit oleh
binatang-binatang yang
berbisa nescaya akan
hilang bisa-bisa itu.
SURAH AN-NAML
(Semut)
Barang siapa
membacanya nescaya
nikmat-nikmat Allah
akan kekal kepadanya.
SURAH AL-QA-SHASH
(Cerita)
Barang siapa
membacanya ke atas
pekerja-pekerjanya,
nescaya Mereka tidak
akan mencuri dan
mengkhianat. Barang
siapa membaca ayat-
ayat 51 hingga 55 dari
surah ini, Nescaya
otaknya akan cergas,
akalnya akan sempurna
dan budi pekertinya
akan halus.
SURAH AL-ANKABUT
(Labah-labah)
Barang siapa
membacanya, nescaya
demamnya akan
sembuh. Barang siapa
membacanya, nescaya
ia akan terhindar dari
gelisah dan keluh kesah.
SURAH AR-RUM (Rum)
Barang siapa
membacanya, nescaya
Allah akan
membinasakan orang
yang hendak
menzaliminya.
SURAH LUQMAN
(Luqman)
Barang siapa
membacanya, nescaya
ia akan terhindar dari
segala-gala penyakit
terutama dari penyakit-
penyakit perut. Barang
siapa membaca ayat31
dari surah ini, nescaya
akan terselamat dari
bencana banjir.
SURAH AS-SAJ DAH
(Sujud)
Barang siapa membaca
ayat-ayat 7 hingga 9
dari surah ini, ke atas
kanak-kanak yang baru
lahir, nescaya ia akan
terhindar dari segala-
gala penyakit ruhani dan
jasmani.
SURAH AL-AHZAB
(Golongan-golongan)
Barang siapa membaca
ayat-ayat 45 hingga 48
dari surah ini, nescaya ia
akan mendapat
kemuliaan dan
kehormatan sejati. Dan
barang siapa membaca
ayat-ayat 60 hingga 66
dari surah ini, nescaya
Allah akan
membinasakan musuh-
musuhnya.
SURAH
SABA ‘ (
Saba‘)
Dengan membacanya,
terselamatlah ia dari
segala-gala bala
bencana, terutamanya
dari rosaknya tanam-
tanaman.
SURAH FAATHIR
(Pencipta)
Barang siapa membaca
ayat-ayat 29 dan 30,
nescaya Allah Akan
memberkati
perniagaannya.
SURAH YAASIIN (Hai
Manusia)
Nabi kita Muhammad
s.a.w bersabda : “Tiap-
tiap sesuatu
Mempunyai hati dan hati
Al-Quran ialah surah
Yaasiin.” Yaasiin kerana
Allah, nescaya akan
terampun segala-gala
dosanya kecuali dosa
syirik..” Dalam satu
hadith yang lain Baginda
s.a.w bersabda:
“Hendaklah kamu
membaca surah Yaasiin
ke atas pesakit-
pesakitmu yang
menghadapi sakaratul-
maut, nescaya Allah
s.w.t akan meringankan
kekerasan sakaratul-
maut itu.” Dalam satu
hadith yang lain pula
Baginda s.a.w bersabda :
“ Aku ingin benar, agar
surah Yaasiin ini dihafaz
oleh tiap-tiap umatku.”
Barang siapa
membacanya sebanyak
41 kali, pasti akan
tercapai segala hajat
dan cita-citanya. Barang
siapa membacanya
sebanyak 21 kali pada
malam Jumaat, Lalu
berdoa istghfar untuk
kedua ibu bapanya,
nescaya dosa kedua ibu
bapanya akan
diampunkan oleh Tuhan.
Barang siapa membaca
sekali ketika membuka
kedai atau perniagaan,
nescaya akan maju
perniagaannya itu.
Barang siapa
membacanya sekali
pada awal malam,
andaikata ia mati pada
malam itu, mesti ia
mati syahid. Barang
siapa membacanya
sekali selepas tiap-tiap
sembahyang
Jumaat,nescaya ia akan
diselamatkan dari siksa
kubur. Jika dibacanya
oleh seorang askar,
ketika ia hendak turun
kemedan peperangan,
Allah akan
mengurniakan
kepadanya keberanian
dan kegagahan, serta
naiklah ketakutan pada
musuh-musuhnya.
Hikmat-hikmat dan
khasiat-khasiat surah
Yaasiin ini banyak benar
di! dapati di dalam kitab-
kitab hadith tetapi
cukuplah setakat ini
untuk diamal oleh anda
sekalian.
SURAH ASH-
SHAAFFAAT (Yang
Berbaris)
Barang siapa
membacanya, insya
Allah in akan terpelihara
daripada gangguan jin.
SURAH SHAAD (Shaad)
Dengan membaca ayat
42 dari surah ini,
nescaya akan
mendapat kebahagian
sejati.”Berdoalah
kepadaKu, nanti Aku
perkenankan
permintaanmu.
Sesungguhnya orang-
orang yang
menyombongkan dirinya
dari menyembah Aku,
mereka akan masuk
neraka jahannam
dengan hina.”
[Al-Mukmin: 60]

ILMU TONGKAT NABI MUSA AS

Ilmu Tongkat Nabi
Musa as
Ilmu ini tergolong
langka. Banyak ragam
kegunaandan bersandar
pada kekuasaan Allah SWT
dengan melalui karomah doa.
Praktisnya Ilmu ini dapat
dimanfaatkan tanpa perlu
bantuan azimat, jin maupun
khadam khusus.
Pada tahap pertama:
Seorang pengamal akan mulai
merasakan ketenangan dan
kepekaan bathin, ketajaman
intuisi, pagar ghaib serta
mampu mendeteksi berbagai
energi lembut yang ada
disekitarnya.
Pada Tahap kedua:
Seorang pengamal yang
sudah mapan akan dapat
dengan mudah menggunakan
kekuatan bathin, menyerap
energi metafisis,
menghilangkan penghalang
yang menyebabkan
kesempitan rejeki dan
kesulitan jodoh, mendeteksi
penyakit dan mengobatinya,
mendamaikan rumah tangga,
memagari rumah, bahkan
mampu memainkan gerak dari
salah satu cabang ilmu silat
karomah.
Pada tingkatan
Tertinggi: Seorang
pengamal akan dapat
menghilang dari pandangan
musuh, memindahklan hujan,
memanggil sukma oranglain,
melihat dan berkomunikasi
dengan jin maupun khodam
sampai kemampuan lain yang
akan diperioleh secara
khusus.
Namun tidak semua orang
mencapai tingkat ketiga ini
dengan sempurna, karena
dibutuhkan kebersihan hati
dan potensi bathin yang
dimiliki.
Doa Karomahnya:
Bismillahirrahmannirrahim.
Allahuma sholli wassalim ’alaa
sayyidinaa
Muhammad wa’alaa aalihii
washobbihii wasallim.
Bikhofiyyi luthfillaah,
Bi lathiifi shun ’illaah,
Bijamiili sitrillah,
Bibadii ’I afwillaah,
Bisarii’I karomilaah.
Bi ighoosati juudillah,
Bi alfi alfi alfi laa hawla walaa
quwata illaa billah.
Dakholtu fii kanafiilaah
watamassaktu bikitaabillaah
Watasyaffa ’tu birosuulillaahi
shollalloohu’ alaihi wa
Aalihii wasallam bilaahawla
walaa quwwata illaa billaahil
‘ aliyyil ‘adhiim.
Biyaahin yaahin ahiilin ahiilin
ahyaasin ahyaasin.
Tata Lakunya:
- Tidak puasa, puasa bukan
syarat mutlak untuk
menguasainya.
- Baca Dua kalimat Syahadat,
Shalawat dan Surat Al-
Fatihah, ilmu inipun
menggunakan sarana
kekuatan Doa Karomah yang
harus diamalkan. Baca
amalannya semampu dan
seiklasnya..
- Kata kunci ilmu ini adalah
Bulatnya hati dan keinginan
meningkatkan kualitas jiwa.

KELEBIHAN SURAH AL-MULK

KELEBIHAN SURAH AL-
MULK
Surah Al Mulk adalah surah
keamanan dan keselamatan,
kerana ia menyelamatkan
pembaca-pembacanya dari
siksa kubur. Sejarah telah
membuktikan seperti yang
berlaku di zaman Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.
Ibnu Abbas
menceritakan:”Pernah suatu
ketika setengah para
sahabat berkhemah di atas
kubur. Mereka sebenarnya
tidak menyangka tempat itu
adalah kubur. Setelah
beberapa ketika berada di
dalam khemah, mereka tiba-
tiba terdengar suara orang
membaca Surah Al Mulk dari
mula hinggalah akhirnya.
Suara itu datangnya dari
dalam tanah. Tahulah
mereka, sebenarnya mereka
sedang berkhemah di atas
kubur. Kemudian hal itu
diadukan kepada Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
lalu baginda bersabda yang
bermaksud: “Surah Al Mulk
adalah surah pelepasan
kerana ia menghindar
pembacanya dari azab
neraka.”Meskipun begitu,
Surah Al Mulk juga
mempunyai kelebihan-
kelebihan yang lain. Di sini
penulis bentangkan
sebahagian daripadanya
sahaja. Diantaranya:1. Abu
Hurairah meriwayatkan
hadis, katanya yang
bermaksud: “Sesungguhnya
di dalam Al-Quran itu, ada
satu surah yang
mengandungi 30 ayat, ia
mensyafaat bagi lelaki yang
membacanya. Maka selagi
mana lelaki itu membacanya,
selagi itu pula ia meminta
ampun unutuknya. Surah itu
ialah surah Al Mulk.”2.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam bersabda yang
bermaksud: “Surah Al Mulk
itu memelihara dan
menghindarkan pembacanya
dari azab kubur.”3.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam bersabda yang
bermaksud: “Aku sungguh
gembira, sekiranya orang
mukmin sentiasa membaca
surah Al Mulk sehingga
seolah-olah surah itu tertulis
di dalam hatinya.”4.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam bersabda yang
bermaksud: “Barangsiapa
membaca surah Al Mulk
setiap malam,
diselamatkannya dari azab
kubur.”5. Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
bersabda yang bermaksud:
“Sesiapa membaca surah Al
Mulk pada mana-mana malam,
nescaya datang ke dalam
kuburnya surah itu sebagai
pengganti untuk bersoal
jawab dengan Munkar
Nakir.6. Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi Wasallam bersabda
yang bermaksud:
“Sesungguhnya di dalam Al-
Quran ada satu surah yang
terkandung 30 ayat. Surah
itu ialah surah Al Mulk. Ia
akan datang kepada
pembacanya untuk membantu
bersoal jawab dalam kubur
sehinggalah mereka selamat
masuk ke dalam Syurga.”7.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi
Wasallam bersabda yang
bermaksud: “Sebahagian
surah-surah yang terdapat
di dalam Al-Quran ada satu
surah yang mengandungi 30
ayat. Surah itu surah Al Mulk.
Ia memberi syafaat kepada
orang yang membacanya
dengan mengeluarkannya
dari Neraka dan
memasukkannya ke dalam
Syurga.”8. Ulama berkata:
“Sesungguhnya Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi Wasallam
tidak akan beradu melainkan
setelah membaca surah As
Sajadah dan surah Al
Mulk.”9. Ulama berkata:
“Sesungguhnya surah Al
Mulk itu melepaskan
pengamal-pengamalnya dari
kena azab. Ia akan bersoal
jawab pada hari kiamat di
hadapan tuhan kerana
menuntut kelepasan mereka
yang mengamalkannya dari
azab api Neraka.”10.
Saiyidina ‘Ali berkata:
“Barangsiapa mengamalkan
surah Al Mulk, nescaya
dibawa ia pada hari kiamat di
atas sayap malaikat serta
wajahnya yang cantik seperti
nabi Yusuf.”11. Ulama
berkata: “Sesungguhnya
surah Yasin dan surah Al
Mulk terkandung di dalamnya
beberapa rahsia dan
kelebihan. Barangsiapa
mengamalkannya nescaya ia
mendapat rahsia-rahsia dan
kelebihan-kelebihan itu serta
dikasihi oleh semua manusia
dan juga menjadi hebat pada
pandangan makhluk.”12.
Saiyidina ‘Abdullah bin Abbas
berkata: “Barangsiapa
membaca surah Al Mulk
sehingga menjadi amalan
wiridnya, nescaya ia
mendapat bantuan dan
pertolongan dari Allah
Subhanahu wa Ta’ala di
dalam kuburnya. Bila azab
hendak datang ke pihak
kepala, terdengar satu
seruan: “Tidak boleh engkau
datang ke pihak kepala ini
kerana ada surah Al
Mulk.”Begitulah keadaanya
bila azab itu pergi ke pihak
kaki dan perutnya. Kerana
semuanya mengandungi
surah Al Mulk.”

KELEBIHAN SURAT AL-WAQIAH

KELEBIHAN SURAT AL-
WAQIAH
Surat Al-Waqiah adalah
suatu surat yang
memberikan manfaat untuk
memohon rejeki yang lancar
dan barokah, untuk itu Nabi
muhammad SAW menyatakan
bahwa surat Al-Waqiah
adalah surat kaya, Beberapa
manfaat diantaranya ialah:
1. Abdullah bin Mas’ud saat
sakit menjelang wafat,
ditanya oleh Utsman bin
Affan, “Apa yang engkau
keluhkan?” Jawab Ibnu
Mas’ud, “Dosa-dosaku.”
Tanya Utsman, “Apa yang
engkau inginkan?” Ibnu
Mas’ud menjawab, “Rahmat
Rabb-ku.” Utsman lalu
menawarkan harta benda.
Namun Ibnu Mas’ud
mengatakan ia tak
memerlukannya. “Bukankah
pemberian itu akan berguna
bagi keturunanmu jika
engkau wafat?” kata Utsman.
Ibnu Mas’ud menjawab,
“Apakah engkau khawatir
anak-anak wanitaku menjadi
fakir? Aku telah mengajarkan
mereka untuk membaca
setiap malam surat Al-
Waqi’ah. Dan aku mendengar
Rasulullah SAW bersabda,
“Barangsiapa yang membaca
surat Al-Waqi’ah setiap
malam, maka ia tidak akan
ditimpa kefakiran
selamanya.” (HR. Ibnu Sunni).
2. Imam Ja ’far Ash-Shadiq
(sa) berkata: “Barangsiapa
yang membaca surat Al-
Waqi ’ah pada malam Jum’at,
ia akan dicintai oleh Allah,
dicintai oleh manusia, tidak
melihat kesengsaraan,
kefakiran, kebutuhan, dan
penyakit dunia. Surat ini
adalah bagian dari sahabat
Amirul Mukimin (sa), yang
bagi beliau memiliki
keistimewaan yang tidak
tertandingi oleh yang
lain. ” (Tafsir Nur Ats-
Tsaqalayn 5/203).
3. Menurut fatwa sebagian
Ulama katanya: “Barangsiapa
membaca surah Al-Waqi’ah
setiap hari dan malam dalam
satu majlis sebanyak 40 kali,
selama 40 hari pula, maka
Allah akan memudahkan
rezekinya tanpa kesukaran
dan mengalir terus dari
berbagai penjuru serta
membawa berkah pula. ”
4. Bila di baca 14 kali setiap
selesai sholat Ashar, maka
orang yang membacanya itu
akan memperoleh kekayaan
yang berlimpah ruah.
5. Supaya menjadi orang
yang kaya senantiasa
bersyukur, amalkan membaca
surah ini sebanyak 3 kali
selepas sholat subuh dan 3
kali selepas sholat Isya ’.
InsyaAllah tidak akan berlalu
masa setahun itu melainkan
ia akan dijadikan seorang
yang hartawan lagi
dermawan.
6. Amalan orang-orang sufi,
supaya dilimpahkan rezeki.
Hendaklah berpuasa selama
seminggu bermula pada hari
Jum ’at (dengan tidak
memakan yg bernyawa).
Setiap selepas sholat fardhu
bacalah Surah Al-Waqi ’ah ini
sebanyak 25 kali dimulai dari
selepas subuh sehingga
sampai pada malam Jum ’at
berikutnya; pada malam
Jum ’at berikutnya itu,
selepas sholat Maghrib
bacalah surah ini sebanyak
25 kali seperti biasanya, dan
ketika selepas sholat Isya ’
bacalah surah ini sebanyak
125 kali diikuti dengan
sholawat atas Nabi sebanyak
1000 kali. Setelah selesai,
hendaklah ia
memperbanyakkan sedekah.
Kemudian amalkanlah surah
ini cukup sekali saja pada
waktu pagi dan petang.
Insya ’Allah berhasil.
7. Menurut kitab TAYSIRUL
ARZAQ : Apabila anda
memohon kepada Allah akan
datangnya rezeki yang
melimpah maka bacalah surah
al-Waqiah sebanyak 41 kali ,
dan jangan berpindah tempat
sampai selesai. Lakukanlah
seseringnya. Maka rezeki
Anda datangnya akan seperti
hujan.
8. Didalam kitab “Al-Aufaq”
karya imam Al-Ghazoli
disebutkan:”Barangsiapa
usai solat Subuh,membaca
Surah Al-Waqi’ah sekali,
kemudian setelah itu
membaca Asmaul Husna ” Ya
Kariimu Ya Waduudu”
sebanyak 1000x , dalam
waktu setahun saja ia
menjadi orang yang lebih
kaya dibanding sebelum ia
menggunakan amalan ini. ”

WIHDATUL AL WUJUD DAN WIHDATUL MAUJUD

WIHDATUL AL-
WUJUD DAN
WIHDATUL MAUJUD
DITERJEMAHKAN DARI
TULISAN SYEIKH ABDUL
HALIM MAHMUD,
MANTAN REKTOR AL-
AZHAR, MESIR.
1. Kami ingin memulai
secara langsung dengan
menguraikan sejenak
tentang batasan diskusi
dalam tema tersebut,
yakni kami ingin
membicarakan tentang
wihdah al-wujud
(kesatuan wujud) dan
bukan tentang wihdah al-
maujud (kesatuan
maujud). Hal yang
maujud itu banyak sekali,
seperti langit, bumi,
gunung, laut, pepohonan,
spesies manusia dan lain-
lain. Semua yang maujud
tersebut memiliki
perbedaan bentuk, rupa,
warna, rasa , makanan,
ukuran beratnya dan lain-
lain. Tak ada seorang pun
dari kalangan sufi yang
sejati – seperti Ibn ‘Arabi
dan al-Hallaj – yang
mengatakan tentang
wihdah al-maujud. Kalau
orang mu ’min yang biasa
saja tidak pernah
mengatakan tentang
wihdah al-maujud, apalagi
orang-orang sufi – yang
merupakan mutiara
orang-orang beriman.
Mereka sangat takut untuk
mengatakan yang
demikian.
2. Pembelokan makna
wihdah al-wujud menjadi
wihdah al-maujud,
ternyata banyak
pendukungnya dalam
setiap periode waktu.
Pertama, pada saat ulama
sufi mengatakan tentang
al-wujud al-wahid (wujud
yang satu), para musuh
mereka justeru
menjelaskan konsep al-
wujud al-wahid tersebut
dengan pendekatan
filosofis, sehingga wihdah
al-wujud difahami dengan
wihdah al-maujud,
padahal di antara
keduanya terdapat
perbedaan yang sangat
besar. Namun demikian,
kebanyakan musuh kaum
sufi menggunakan segala
cara yang penuh dengan
kebohongan dan
keduastaan demi
mematahkan argumentasi
kaum sufi. Dalam
pandangan mereka,
“ tujuan bisa menghalalkan
segala cara”.
Kedua, satu hal yang
berpengaruh terhadap
kesalahfahaman tentang
konsep sufi mengenai al-
wujud al-wahid adalah
pendapat Imam al-Asy ’ari
yang melihatnya dari
kacamata filsafat kalam,
bahwa “wujud adalah
maujud itu sendiri”.
Pendapat yang bercorak
filosofis ini tentu tidak
disepakati oleh orang-
orang sufi dan juga oleh
kebanyakan para pemikir
Islam dan para filosofnya.
Dalam pendapatnya yang
bercorak filosofis ini, Abu
al-Hasan al-Asy ’ari bisa
saja salah dan bisa saja
benar. Begitu juga
pendapat dan pemikiran
filosofis beliau yang lain,
bisa jadi salah dan bisa
saja benar.
Sedangkan mereka yang
tidak sepakat dengan
pendapat al-Asy ’ari di
atas, memandang bahwa
wujud tidak sama dengan
maujud. Dengan wujud
ini, jadilah wujud al-
maujud. Ketika orang-
orang sufi mengatakan
tentang al-wujud al-
wahid, para musuh
mereka – apapun
madzhab mereka –
menjelakan konsep
tersebut dengan
mendasarkan diri pada
pendapat al-Asy ’ari di
atas, sehingga mereka
mengatakan bahwa al-
wujud al-wahid sama
dengan al-maujud al-
wahid. Penjelasan dengan
cara seperti ini – yakni
dengan mendasarkan diri
pada pendapat al-Asy ’ari –
membuat pendapat
mereka lebih bisa
dipercaya di mata musuh-
musuhnya.
Persoalan ketiga, yang
juga perlu diperhatikan
adalah bahwa pendapat
tentang wihdah al-maujud
– dalam kacamata logika
pembahasan – kurang
bisa dibenarkan. Lagi pula
gagasan tentang wihdah
al-maujud yang tersebar
di sana sini, merupakan
sesuatu yang kacau dan
menyesatkan, baik ditinjau
dari segi maknanya
maupun dari segi nilai
filosofisnya, apa lagi
konsep tersebut tidak
dikenal dalam ajaran
islam. Singkat kata,
konsep tersebut – baik
bentuk maupun
maknanya – merupakan
konsep yang
menyesatkan.
Tambahan lagi, bahwa
ungkapan wihdah al-
maujud – yang sering
dinisbatkan kepada al-
Hallaj maupun kepada
tokoh sufi yang lain –
ternyata tidak pernah
ditemukan dalam buku-
buku mereka. Mereka
tidak pernah menulis
tentang konsep tersebut.
Oleh karena itu, sangat
jelas bahwa musuh-
musuh mereka sengaja
menisbatkan konsep
tersebut kepada al-Halaj
dan tokoh sufi yang lain,
sehingga mereka memiliki
alasan untuk
menghukumi al-Hallaj dan
kawan-kawan sebagai
orang-orang yang kafir
dan sesat.
3. Al-Wujud al-Wahid
(wujud atau eksistensi
yang satu)
Apakah ada hal yang
meragukan dalam konsep
al-wujud al-wahid
tersebut? Sesungguhnya,
itulah wujud Allah Swt
yang ada dengan
sendirinya tanpa
membutuhkan sesuatu
yang lain. Itulah wujud
yang sebenarnya yang
telah memberikan wujud
kepada setiap yang ada.
Tanpa wujud itu, maka
sesuatu tidak mungkin
ada. Wujud itulah Yang
Maha Menciptakan, Yang
Maha Meng-ada-kan dan
Yang Maha Membentuk
Rupa.
“ Dialah yang membentuk
kamu dalam rahim
sebagaimana yang
dikehendaki-Nya. Tidak
ada Tuhan (yang berhak
disembah) selain Dia,
Yang Maha Perkasa lagi
Maha Bijaksana” (Qs. Ali
Imran; 6).
Dengan demikian,
hubungan Allah Swt
dengan manusia adalah
bahwa Allah Swt
memberikan wujud
kepada manusia yang
dikehendaki-Nya, dalam
setiap saat dan tersus
menerus, sehingga
manusia bisa hidup dalam
“ bentuk atau rupa” yang
sesesuai dengan
kehendak-Nya. Sedangkan
hubungan Allah Swt
dengan makhluk yang lain
atau segala yang ada, juga
sama polanya dengan
hubungan antara Allah
Swt dengan manusia.
Misalnya, “Allah Swt
menahan langit dan bumi
supaya jangan lenyap;
dan sungguh jika
keduanya akan lenyap
tidak ada seorangpun
yang dapat menahan
keduanya selain
Allah ” (Qs. Fathir; 41).
Yakni, Allah Swt
mempertahankan wujud
langit dan bumi, tetap
mengatur keduanya dan
tetap membuat keduanya
berjalan seiring. Allah Swt
mempertahankan langit
dan bumi agar keduanya
tetap ada dan berfungsi
masing-masing. Jika Allah
Swt tidak lagi “menahan”
atau mempertahankan
keduanya, maka
keduanya akan binasa dan
hancur berantakan.
Sesungguhnya Allah Swt
senantiasa mengatur alam
semesta ini. dia mengatur
langit dan bumi,
mengetahui apa yang
dilakukan oleh setiap yang
bernyawa, mengetahui
semua butir atom, bahkan
yang lebih kecil dari itu
pun Allah Swt mengetahui
dan mengaturnya, begitu
juga dengan makhluk-
makhluk lain yang besar-
besar. Semuanya – baik
yang di langit maupun
yang di bumi – tidak bisa
lepas dari ke-Maha Tahu-
an Allah Swt.
Tentang ke-Maha
Pengaturan Allah Swt ini,
al-Qur ’an dan Sunnah
telah menjelaskannya
dengan sangat gamblang,
agar manusia tidak terlena;
agar manusia menyadari
bahwa keberadaan
mereka tidak bersifat
abadi; agar mereka tidak
mengikuti hawa nafsunya;
agar mereka “melepaskan
pandangannya” ke atas
dan menyaksikan
cakrawala Tuhan; agar
mereka mentauhidkan
Allah Swt dalam bentuk
beribadah kepada-Nya
dengan seikhlas-ikhlasnya.
Suatu keikhlasan yang
tidak bercampur dengan
syirik yang berupa hawa
nafsu, harta, meteri
maupun naluri
kehewanannya.
Kami ingin
menggambarkan
bagaimana pendapat al-
Qur ’an tentang hal ini.
Sesungguhnya Allah Swt
telah menghadapkan kita
dalam surat al-Waqi ’ah
dengan berbagai
pertanyaan yang biasanya
kita lupakan;
o “Jelaskanlah (kepada-Ku)
tentang air mani yang
kamu pancarkan. Apakah
kamu yang
menciptakannya, atau
Kami yang
menciptakannya ?”(Qs. al-
Waqi’ah; 58-59).
o “Jelaskanlah (kepada-Ku)
tentang apa yang kamu
tanam? Apakah kamu
yang menumbuhkannya
ataukah Kami yang
menumbuhkannya ?” (Qs.
al-Waqi’ah; 63-64).
o “Jelaskanlah (kepada-Ku)
tentang air yang kamu
minum? Apakah kamu
yang menurunkannya
dari awan ataukah Kami
yang
menurunkannya ?” (Qs. al-
Waqi’ah; 68-69).
o “Jelaskanlah (kepada-Ku)
tentang api yang kamu
nyalakan (dari gosokan-
gosokan kayu)? Apakah
kamu yang menjadikan
kayu itu atau Kamikah
yang
menjadikannya?’ (Qs. al-
Waqi’ah; 71-72).
Dari beberapa ayat di atas,
dapat diambil logika
kebalikannya, yakni jika
Allah Swt menghendaki,
bisa saja Dia tidak
menciptakan apapun, Dia
tidak menjadikan suatu
buah menjadi masak, Dia
tidak menurunkan air dari
awan, Dia tidak
menumbuhkan kayu
bakar, dan lain-lain.
Sesungguhnya, di tangan
Allah Swt lah segala
urusan, baik yang positif
maupun yang negatif. Di
tangan Allah Swt lah
urusan makhluk-Nya,
apakah Dia mau
menciptakan ataukah
tidak.
Tidakkah kamu berfikir
tentang “lemparan” yang
kamu lempar?
Sesungguhnya “bukan
kamu yang melempar
ketika kamu melempar,
tetapi Allah-lah yang
melempar …” (Qs. al-Anfal;
17). Tidakkah kamu
berfikir tentang
kemenangan dalam jihad
(mu)? Sesungguhnya
Allah Swt lah yang
membuat kamu menang
dalam berjihad.
Sedangkan mereka yang
terbunuh sesungguhnya
“ bukan kamu yang
membunuh mereka, akan
tetapi Allah lah yang
membunuh mereka ” (Qs.
al-Anfal; 17).
Begitu juga, Allah Swt lah
yang telah memberikan
rizki dan makanan bagi
manusia.
“ Maka hendaklah manusia
itu memperhatikan
makanannya.
Sesungguhnya Kami
benar-benar telah
mencurahkan air (dari
langit), kemudian Kami
belah bumi dengan
sebaik-baiknya, lalu Kami
tumbuhkan biji-bijian di
bumi itu, anggur dan
sayur-sayuran, zaitun dan
pohon kurma, kebun-
kebun (yang) lebat, dan
buah-buahan serta
rumput-rumputan, untuk
kesenanganmu dan untuk
binatang-binatang
ternakmu ” (Qs. ‘Abasa;
24-32).
4. Ke-Maha Tahu-an dan
ke-Maha Kuasa-an Allah
Swt sebenarnya telah
dirasakan dan dialami oleh
manusia, tetapi mereka
tidak pernah
memperhatikannya.
Mereka seperti hewan
yang tidak pernah berfikir
dan merenungkan semua
itu. Allah Swt tidak pernah
“disemayamkan” dalam
hati dan keinginan
mereka. Keinginan dan
cita-cita mereka hanya
berurusan dengan
bagaimana caranya
mereka bisa mengisi perut
mereka, menimbun emas
dan permata, meraih
jabatan dan bagaimana
mereka mempertahankan
kekuasaannya. Mereka
mendengar ayat-ayat
Allah Swt, tetapi tidak
pernah merenungkannya.
Ayat-ayat tersebut tidak
pernah berpengaruh
dalam diri mereka. Mereka
tenggelam dalam ni ’mat
Allah Swt yang teramat
banyak, tetapi semua
ni ’mat itu tidak membuat
mereka berterima kasih
dan bersyukur kepada
Allah Swt. Allah Swt tidak
“ berada” dalam hati,
pikiran, lingkungan dan
kehidupan mereka.
Namun demikian, ada
sebagian manusia yang
tidak memiliki sifat-sifat di
atas. Mereka itulah orang-
orang yang tenggelam
dan menyaksikan
kebenaran dan cakrawala
Ilahiyah, berenang dalam
samudera-Nya dan
menemukan mutiaranya.
Mereka selalu bersyukur
dan berterima kasih atas
segala ni ’mat dan karunia-
Nya yang selalu mereka
rasakan dalam setiap
sendi kehidupan mereka,
sehingga Allah Swt pun
menambahkan ni ’matnya
kepada mereka. “Jika
kalian bersyukur, maka
Aku tambahkan (ni ’mat-
Ku) kepada kalian…” (Qs.
Ibrahim; 7).
Mereka bertaqwa kepada
Allah Swt dengan
sebenar-benar taqwa,
sehingga Allah Swt
memberikan ilmu kepada
mereka. Mereka
menjadikan Allah Swt
sebagai Petunjuk dan
Penolongnya, sehingga
Allah Swt pun memberi
petunjuk kepada mereka
menuju jalan-Nya yang
lurus dan menolong
mereka terhadap diri
mereka sendiri dan
musuh-musuh mereka.
Mereka secara terus
menerus berusaha untuk
merealisasikan makna
tauhid, baik dalam
ucapan, aqidah, perasaan
maupun perbuatannya.
Mereka betul-betul
menghayati bahwa
pernyataan Asyhadu an
lailaha illallah mengandung
makna yang sangat dalam
yang tidak mungkin bisa
dihayati oleh selain
mereka.
Bagi mereka, makna syirik
sangat jelas dalam bentuk
yang tidak mungkin bisa
difahami oleh orang-
orang yang masih
disibukkan oleh urusan
duniai dan keluarga.
Mereka hancurkan syirik
dan berhala-berhalanya
yang berupa hawa nafsu,
syaitan, egoisme dan lain-
lain. Singkat kata, mereka
tutup semua pintu yang
berpotensi menimbulkan
syirik, agar syirik tidak
bersemayam dalam hati
mereka, baik syirik yang
nyata maupun syirik yang
tersembunyi. Dengan
demikian, makna la ilaha
illallah menjadi mantap
dan kokoh dalam
perasaan, tingkah laku dan
maqam mereka. “… maka
ke manapun kamu
menghadap di situlah
wajah Allah ” (Qs. al-
Baqarah; 115).
Di manapun mereka
berada, Allah Swt
senantiasa bersamanya.
Allah Swt lebih dekat
kepada mereka daripada
urat leher mereka sendiri.
Allah Swt lebih dekat
kepada mereka daripada
teman dan keluarga
mereka. Allah Swt
meliputi mereka, sehingga
mereka tidak melihat
selain Allah Swt yang bisa
mengokohkan langit dan
bumi. Mereka tidak
melihat selain Allah Swt
yang bisa memudahkan
urusan. Dalam pandangan
mereka, tidak ada yang
bisa memiliki kekusaan
selain Allah Swt. Dia-lah
yang memberikan
kekuasaan kepada siapa
saja yang dikehendaki-
Nya. Dia juga yang
melengserkan kekuasaan
dari tangan siapa saja
yang dikehendaki-Nya.
Dia-lah yang memuliakan
dan menghinakan siapa
saja yang dikehendaki-
Nya.
Mereka telah menjadi
rabbaniyun. Allah Swt
“ ada” dalam penglihatan,
pendengaran, anggota
tubuh dan hati mereka.
Tidak ada yang luput dari
pengawasan Allah Swt.
5. Para sufi membantu
mereka yang ingin
menempuh jalan menuju
Allah Swt dan melakukan
jihad secara terus
menerus agar manusia
bisa melepaskan diri dari
belenggu materi dan
melepaskan
pandangannya ke langit.
Para sufi berusaha untuk
menghadapkan wajah
manusia kepada Allah Swt
melalui ni ’mat-Nya yang
telah mereka rasakan dan
juga melalui ciptaan-Nya.
Sungguh, Allah Swt telah
menyempurnakan setiap
ciptaan-Nya. Mereka
menghadapkan wajah
manusia kepada Allah Swt
melalui bunga yang
sedang berkembang;
melalui pepohonan yang
sedang tumbuh; melalui
matahari yang bersinar
cerah; melalui bulan yang
bersinar lembut; dan
melalui bintang-bintang
yang bertebaran dan
berada dalam orbitnya.
Singkat kata, melalui
semua cipatan-Nya yang
ada di alam semesta ini,
para sufi mencoba
menjelaskan makna ayat
di bawah ini;
“ Maha Suci Allah Yang di
tangan-Nyalah segala
kerajaan, dan Dia Maha
Kuasa atas segala sesuatu,
Yang menjadikan mati
dan hidup, supaya Dia
menguji kamu, siapakah
di antara kamu yang lebih
baik amalnya. Dan Dia
Maha Perkasa lagi Maha
Pengampun. Yang telah
menciptakan tujuh langit
berlapis-lapis, kamu
sekali-kali tidak melihat
pada ciptaan Tuhan Yang
Maha Pemurah sesuatu
yang tidak seimbang.
Maka lihatlah berulang-
ulang, adakah kamu
melihat sesuatu yang tidak
seimbang? Kemudian
pandanglah sekali lagi
niscaya penglihatanmu
akan kembali kepadamu
dengan tidak menemukan
sesuatu yang cacat dan
penglihatanmu itupun
dalam keadaan
payah ”(QS. al-Mulk; 1-4).
Bahasa kaum sufi adalah
bahasa penghayatan,
bukan seperti ungkapan
“ berbusa” para ulama
kalam dan filsafat. Dalam
bahasanya sendiri, kaum
sufi memaparkan bahwa
Allah Swt memberikan
wujud kepada semua
yang maujud; menjadikan
yang berdiri bisa berdiri;
membuat yang berjalan
bisa berjalan; dan
menyebabkan yang
bergerak menjadi
bergerak.
Allah Swt – dalam bahasa
Ahli Sunah, khususnya
penganut Asy ’ariyah –
adalah yang memotong,
tetapi Dia bukan pisau
yang memotong. Dia-lah
yang membakar, tetapi
Dia bukan api yang
membakar. Dia-lah –
ketika Dia menghendaki –
yang berfirman kepada
api: “Hai api menjadi
dinginlah, dan menjadi
keselamatanlah bagi
Ibrahim ” (Qs.al-Anbiya;
69), sehingga api pun
menjadi dingin dan tidak
membahayakan.
Setiap kali para sufi
mengungkapkan tentang
al-wujud al-wahid ini dan
mengumandangkannya,
orang-orang
menganggap para sufi
sudah melewati batas dan
keterlaluan. Padahal, para
sufi tidak akan melampaui
apa yang telah digariskan
oleh ayat al-Qur ’an yang
memberikan
penggambaran tentang
keagungan Allah Swt dan
pengawasan-Nya, yang
tidak berarti bahwa “yang
satu” itu bersifat
“menyatu” dan bukan
pula “keterpaduan” antara
Sang Khaliq dengan
makhluknya atau antara
Yang Disembah dengan
yang menyembahnya.
Ayat itu adalah:
“ Dialah Yang Awal dan
Yang Akhir, Yang Zhahir
dan Yang Bathin; dan Dia
Maha Mengetahui segala
sesuatu ”(Qs. al-Hadid; 3).
Ayat tersebut dan juga
ayat-ayat lain yang telah
kami sebutkan pada
dasarnya bertujuan untuk
mendorong kita menuju
pengakuan atas ke-Maha
Kuasa-an Allah, dan Maha
Pengawasan-Nya,
sedangkan pengawasan
Allah meliputi semua hal.
Ayat itu juga mendorong
agar kita menghayati
bahwa Allah swt
mengarahkan manusia
untuk “kembali berlari”
menuju Allah dalam setiap
urusannya, dan juga agar
manusia mengagungkan
diri-Nya sehingga
terealisirlah pernyataan la
illa ha illallah.
Lebih dari itu, semua yang
dilakukan oleh para sufi
senantiasa di bawah
bimbingan al-Qur ’an dan
sunnah. Mereka
menginginkan agar
manusia menjadi rabbani.
Namun jika masih banyak
orang yang terlena di
bumi ini dan hanya
memandang ke arah
“ bawah”, maka itu
bukanlah dosa atau
kesalahan orang-orang
sufi, karena mereka telah
memenuhi kewajibannya
yakni mengarahkan
manusia kepada Allah
swt.
Begitu juga, jika masih
ada orang-orang yang
tidak hanya terlena di
bumi dan hanya
memendang ke arah
bawah saja, tetapi juga
memusuhi orang-orang
yang mengajaknya
memandang ke arah
langit dan
mengarahkannya menuju
Allah, maka mereka
berarti telah memusuhi
Allah dan rasul-Nya.
Balasan bagi mereka
sangat jelas yakni
sebagaimana yang
diaparkan dalam surat al-
Ma ’idah ayat 32.
6. Mungkin anda akan
bertanya: “Kalau demikian,
bagaimana dengan kasus
yang menimpa al-Hallaj?
Dan mengapa ia dihukum
mati ?”
Sesungguhnya kasus
yang menimpa al-Hallaj
yang sebelumnya
menjadi rahasia kini
rahasia itu telah
terbongkar. Al-Hallaj
adalah seorang pribadi
yang teguh, beliau
merupakan simbol bagi
orang-orang jadzab. Di
manapun beliau tinggal,
banyak orang yang
mengunjunginya dan ke
manapun beliau pergi,
banyak orang yang
menyertainya.
Sebagaimana dengan para
sufi yang lain, al-Hallaj
juga mencintai keluarga
(keturunan) Nabi sebagai
konsekuensi cintanya
beliau kepada Nabi
Muhammad Saw. Pada
saat itu, ahl al-bait (mereka
yang merupakan
keturunan Rasulullah Saw)
memiliki ambisi untuk
memerintah atau
memegang tampuk
kekuasaan. Oleh karena
itu, Bani Abbas (yang
sedang berkuasa pada
saat itu) tidak menyenangi
seorang pribadi seperti al-
Hallaj yang mencintai ahl
al-bait. Al-Hallaj tetap pada
sikapnya, bahkan
pengikutnya semakin
banyak dan kuat yang
tersebar dalam setiap
tempat. Oleh karena itu,
demi mempertahankan
stabilitas pemerintahan, al-
Hallaj harus dihukum.
Dengan demikian,
hukuman mati yang
ditujukan pada al-Hallaj
jelas bermotif urusan
duniawi, dalam hal ini
adalah motif politik.
Merupakan hal yang
sangat mudah bagi
penguasa untuk
menjungkirbalikan
hukum, mendatangkan
saksi-saksi palsu,
menyuap para hakim
dengan harta dan
kedudukan serta menuruti
hawa nafsunya.
Demikianlah, al-Hallaj
dihukum mati dengan
mengatasnamakan
kepentingan agama.
Bahkan beliau dituduh
telah menyebarkan suatu
pendapat yang
sebelumnya tidak pernah
beliau kemukakan dalam
buku-bukunya. Itulah
kasus yang menimpa al-
Hallaj, dan tuduhan itu
“tetap” menjadi misteri.
Menurut logika yang
benar, “seorang arsitek
tidak boleh memberikan
“ fatwa” tentang persoalan
kedokteran, begitu juga
seorang sasterawan tidak
bisa memberikan
keputusan tentang
persoalan-persoalan yang
dihadapi oleh para
arsitek”. Dengan demikian,
tokoh-tokoh besar seperti
Ibn ‘Arabi, al-Hallaj dan
Ibn Faridl tidak bisa
dihukum oleh orang-
orang yang belum sampai
maqam mereka, atau
setidaknya mendekati
maqam mereka.
Salah seorang guru kami
pernah ditanya:
“ Sesungguhnya si-Fulan
telah mengkritik Ibn ‘Arabi
dalam beberapa masalah”.
Jawab guru kami: “Apakah
seekor kumbang berhak
untuk menghakimi
perbuatan singa? Seekor
kumbang tidak berhak
untuk menghakimi
perbuatan binatang buas,
juga tidak berhak untuk
membicarakan apa yang
dilakukan oleh binatang
buas, karena bisa jadi
logika yang dipakai tetap
logika seekor kumbang ”.
Imam Syafi’i pernah
berkata berkaitan dengan
orang-orang yang
mengkritik Imam
Muhyidin Ibn ‘Arabi:
“Sesungguhnya mereka
itu seperti nyamuk yang
meniup sebuah gunung
dan menginginkan agar
gunung itu bisa berpindah
dari tempatnya karena
tertiup angin yang
dihembuskan nyamuk itu.
Ini tentu tidak mungkin,
karena gunung itu masih
tetap kokoh menjulang
tinggi. Dengan gunung
itu, bumi menjadi menjadi
kokoh dan dunia menjadi
tetap seimbang ”.
Imam al-Sya’rani juga
pernah mengomentari
orang-orang sufi secara
umum dan Sayyidina
Muhyidin secara khusus:
“ Dalam pandanganku,
para penyembah berhala
saja tidak berani untuk
mengatakan terus terang
bahwa berhala yang
mereka sembah itu
sebagai tuhan mereka,
bahkan mereka hanya
berkata: ‘Kami tidak
menyembah mereka
(berhala-berhala itu),
melainkan supaya mereka
mendekatkan kami kepada
Allah dengan sedekat-
dekatnya ” (Qs. al-Zumar;
3).Maka bagaimana
mungkin mereka yang
menjadi auliya Allah
berani mengaku ‘telah
bersatu’ dengan Allah swt.
Ini adalah sangat mustahil
bagi mereka, semoga
Allah meridlai mereka ”.
Oleh sebab itu, agar
seseorang bisa
memahami, maka ia
harus sampai pada posisi
yang setara, atau
mendekati dengan posisi/
maqam Imam Muhyidin,
Ibn Arabi, al-Hallaj dan Ibn
Faridl, semoga Allah
meridhoi mereka dan
memberikan kepada kami
manfaat dari karya-karya
mereka. Wa billah al-
taufiq.

AYAT PEMBUKA PANDANGAN GHAIB

Ayat berikut sangat
ampuh untuk membuka
mata batin manusia
sehingga akan terbuka
padanya pandangan gaib
yang selama ini tertutup.
Berkata Imam Besar
Syeikh Muhyiddin Al
Araby “
“barang siapa membaca
ayat kursyi (Al Baqarah :
255) sebanyak 1000x
(seribu) kali tiap hari dan
dibaca terus-menerus
sampai 40 hari. Demi
Allah dan demi kebenaran
Al Quran, akan dibukakan
pandangan gaib atasnya
bangsa ruhani, sehingga
datang malaikat
berkunjung kepada
pembacanya. Dan akan
berhasil segala tujuan
hidupnya dan terkabul
segala keinginannya
seperti menjadi
pemimpin/pembesar.

ILMU KHADAM YAA SIIN

Amalan ini berguna untuk
mengundang dan
menjalin persahabatan
dengan salah
satu malaikat dari 17
khodam surat Yaa Siin
yang bernama Abdul
Syiral.
Syaratnya adalah puasa
sunnah selama 7 hari.
Pada malam harinya
sholat sunnah hajad /
tahajud lah sebanyak 2
raka ’at dalam ruang
khalwat atau masjid yang
gelap gulita.
Setiap raka ’at, setelah
membaca surat Al –
Fatihah bacalah surat Yaa
Siin 1 kali. Setelah salam
bacalah surat Yaa Siin
sebanyak 3 kali. Setiap
sampai pada ayat 1,
pembacaannya di ulang
sebanyak 100 kali dan
ketika sampai pada ayat
58 pembacaannya
diulangi sebanyak 333
kali.
Setelah semuanya selesai,
langsunglah pura – pura
tidur atau tidur
sungguhan ditempat
tersebut dengan wajah
dan badan menghadap ke
arah kiblat.
insya Allah nanti akan
datang seorang malaikat
yang menjadi khodam
surat Yaa Siin dan
membangunkan kalian,
kemudian ajaklah
berkenalan.
Khodam ini siap untuk
membantu semua
persoalan kalian, dengan
ijin Allah s.w.t. Seperti
melunasi hutang,
memberikan makanan,
mengobati penyakit dan
lainnya.