CAKRA

SANGHYANG CAKRA adalah dewa yang menguasai hampir seluruh seluk-beluk yang ada dan terjadi di Tribuana, yaitu jagad Mayapada (dunia Kadewatan), jagad Madyapada (dunia makhluk halus) dan jagad Arcapada (dunia fana/dunia manusia di bumi). Ia seorang cendekiawan, teliti, tetap pendiriannya, hatinya bening dan cermat. Karena pengetahuannya itu, Sanghyang Cakra ditetapkan menjadi pendamping pribadi Sanghyang Manikmaya. Ia selalu mencatat segala pembicaraan Sanghyang Manikmaya dan disimpannya didalam pembendaharaan Kadewatan.
Sanghyang Cakra bersemayam di kahyangan Jongmeru. Ia adalah putra sulung Sanghyang Manikmaya dengan permaisuri kedua Dewi
Umarakti/Umaranti. Ia mempunyai dua orang adik kandung masing-masing bernama : Sanghyang Mahadewa dan Sanghyang Asmara. Sanghyang Cakra juga mempunyai enam saudara seayah lain ibu, putra Dewi Umayi, masing-masing bernama : Sanghyang Sambo, Sanghyang Brahma, Sanghyang Indra, Sanghyang Bayu, Sanghyang Wisnu dan Sanghyang Kala. Oleh Sanghyang Manikmaya, Sanghyang Cakra dipercaya untuk memberikan anugerah Dewa berupa surat kepada umat di Arcapada, seperti surat Kalimasada kepada Prabu Puntadewa, raja negara Amarta dan Kitab Jitapsara kepada Bagawan Parasara dari pertapaan Retawu. Sanghyang Cakra pula yang ditugaskan memberi wejangan kepada Brahmana Sutiksna, brahmana suci di Gunung Citrakuta/Kutarunggu mengenai ilmu ketatanegaraan dan ketentaraan yang disebut Asthabrata. Oleh Brahmana Sutiksna, Asthabrata kemudian diajarkan kepada Ramawijaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s